Sekarang ini beberapa bahan yang umum dipakai sebagai prafon ialah kayu, gipsum, dan metal. Di sejumlah design bangunan yang telah lumayan lama masih tetap ada yang memakai plafon tripleks. Tetapi, hal itu cuma berkaitan dengan trend design.

Plafon Gipsum

Lawan khusus material plafon gipsum ialah air, hingga gipsum cuma dipakai di bagian ruangan dalam atau interior. pada intinya perawatan yang sudah dilakukan cuma dari permasalahan debu atau sarang laba-laba yang bisa dibikin bersih dengan perlengkapan sapu atau kemoceng, Tetapi, bila terserang air karena bocoran karena itu kebocorannya harus langsung diperbaiki dan ditukar sama yang baru.

Perawatan yang sudah dilakukan diantaranya:

1) Lihat plafon gipsum yang ada pada segi luar bangunan gedung. Jika terserang air karena atap yang bocor, selekasnya tukar sama yang baru atau diperbarui.

2) Jika sisi plafon gipsum hancur terserang air karena itu koreklah sisi yang sudah hancur oleh air.

3) Tutup berbahan gipsum pawderyangtelah diaduk-aduk sama air.

4) Ratakan dengan menggunakan penggaris atau alat perata dari triplek atau plastik keras sampai rata dengan permukaan sekelilingnya.

5) Nantikan sampai kering, lalu ampelas dengan ampelas lembut.

6) Tutup dengan plamur tembok dan cat kembali sesuai warna yang diinginkan.

Plafon Akustik

Perawatan yang sudah dilakukan diantaranya:

1) Saat sebelum tugas diawali, berikut perlengkapan kerja yang perlu diperlengkapi, yailu: obsolute sproyer, octivotor, enzyme atau detergent, spon, ember, dan kain majun. Check mesin yang perlu siap gunakan. Jika ada kabel yang terkupas karena itu harus diperbarui dulu karena benar-benar beresiko untuk keselamatan.

2) Semprot formulasi enzyme atau detergent ke atas plafon akustik, nantikan beberapa menit, lalu oleskan rata. Pakai extension poles dan pasang spon (turun clothes) hingga kotoran yang menempel akan terangkut sampai ke pori-porinya. Ulang kembali jika masih kotor.

3) Campur formulasi activotor untuk mempermudah pengangkatan kotoran kuat. Nantikan beberapa menit, lalu oleskan dengan spon. Spon yang sudah kotor dibasuh air bersih agar dipakai kembali.

4) Untuk jaga kebersihan lantai, tidak boleh kebanyakan menggrlnakan cairan. Gunakanlah- dengan bertahap atau pakai alas plastik di bawahnya.

5) Kerjakan pembersihan tiap dua bulan sekali.

Plafon Tripleks

Plafon tripleks akan hancur khususnya di bagian luar bangunan gedung sesudah lebih dari sepuluh tahun pemakaian.

Perawatan yang sudah dilakukan:

1) Membersihkan kotoran yang menempel sekurangnya tiga bulan sekali.

2) Pakai sikat atau kuas sebagaialat pencuci.

3) Jika plafon hancur permukaan atasnya karena kebocoran atau plafon rengat karena kualitas yang buruk, selekasnya tukar sama yang baru.

4) Sisa bintik karena kebocoran ditutup dengan cat kayu, baru selanjutnya dicat dengan cat emulsi sama.

5) Untuk pembaruan, cat lama harus dikerok saat sebelum lakukan pengecatan ulangi.

Perawatan Tripleks pada Plafon Sisi Dalam

1) Check langit-langit ruang (plafon) dari pertanda yang memperlihatkan kebocoran pada atap, ada panel plafon yang melendut, hancur, lenyap, dan lain-lain. Benahi atau tukar sama sesuai kerusakannya. Bila kebocoran sudah kelihatan secara jelas, benahi selekasnya.

2) Pada langit-langit ruang tentu ada bukaan yang ke arah sisi bawah kerangka atap, periksalah sisi di antara kerangka atap dan plafon ini. Bila kerangka atap dibuat dari kayu, check kondisi kayu dari gempuran rayap, pembusukan karena lembab, dan lain-lain. Tukar atau potong sisi yang terserang rayap atau pembusukan.

3) Yakinkan saat sebelum penempatan, kayu harus dikasih antirayap lebih dulu. Baut atau paku ikatannya harus dikencangkan atau ditukar bila kendur atau lenyap.

4) Bila panel langit-langit (plafon) ternodai atau hancur karena terserang bocoran atap karena itu panel harus diperbarui, dicat ulangi, atau ditukar bergantung kondisinya. Perawatan inidilakukan sesudah kebocoran di bagian atap diperbarui.

5) Bila noda-noda yang muncul bisa dicat ulangi, lakukan proses pengecatan saat panel plafon sudah betul-betul kering. Lapisi dahulu permukaan atasnya dengan cat dasar (meni), lalu lapisi kembali dengan 2 lapis cat emulsi sampai mempunyai warna yang serupa dengan panel plafon yang lain.

6) Bila kerangka penahan plafon alami pembusukan atau terserang rayap, panel-panel plafon harus dilepaskan ditambah saat sebelum perawatan selanjutnya dilaksanakan. Bila panel plafon tidak alami kerusakan yang kronis, bebaskan panel dan melakukan perawatan lalu pasang lagi. Bila kerusakannya kronis karena itu panel plafon harus ditukar. Berilah perawatan pada kerangka penahan plafon saat sebelum terpasang kembali.

7) Samakan kondisi panel plafon (tripleks atau asbes) yang baru dengan panel-panel awalnya. Triknya dengan memberi cat dasar (meni) lebih dulu dan melapis dengan 2 lapis cat emulsi, lalu memasangkan pada tempatnya.

8) Ketuklah paku-paku yang mencolok dan berikan dempul di bagian yang tidak rata atau berlubang saat sebelum lakukan proses pengecatan.

Plafon Kayu

Perawatan yang seharusnya dilakukan:

1) Membersihkan permukaan kayu dari kotoran yang menempel dengan memakai kuas, sapu, atau alat yang lain sama.

2) Kerjakan tiap dua bulan sekali.

3) Percantik kembali dengan menggunaka n teok oil jika memang perlu dipelitur atau dicat kembali.

Plafon Bambu

Plafon dari bambu dengan penutup atap di atasnya dari alang-alang sekitar 7 lapis membutuhkan perawatan khusus karena rawan pada hujan, serangga, dan sebagainya. Karena itu maksimal setiap lima tahun sekali harus ditukar.

Semoga artikel ini bermanfaat yaa, jadi kita bisa paham untuk merawat plafon dirumah kita, tetapi jika terlalu rusak maka kita harus memperbaikinya, perbaikan plafon biasanya tidak sembarang dilakukan oleh semua orang, karena membutuhkan skill dan keberanian, untuk setiap problematika plafon bisa anda dapatkan di Sejasa.com

By Tania