Coba buka lemari pakaian kalian! Pasti sebagian besar dari kalian punya satu atau lebih pakaian yang bermotif batik. Pakaian bermotif batik mulai booming beberapa tahun ini. Hal ini bermula dari ditetapkannya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2009. Dan semenjak itu, tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Batik itu sendiri merupakan kain khas dari Indonesia yang memiliki motif atau gambar yang unik. Asal mula kata “batik” yakni kata ambathik dari bahasa Jawa. Arti dari ambathik yakni luas dan sebuah titik. Kata-kata tersebut memiliki makna sebuah gambar yang menghubungkan titik satu dengan titik yang lainnya pada sebuah kain yang luas dan lebar.

Sebelum terkenal seperti sekarang ini, pakaian dengan motif batik lebih sering dipakai oleh orang-orang tua. Motif batik identik dengan orang-orang tua yang kuno. Sedangkan untuk sekarang, para kaum milenial mulai sering menggunakan pakaian dengan motif batik pada acara-acara formal seperti pesta pernikahan. Motif batik pun tidak hanya berupa hem pria tapi bisa juga berupa blouse maupun terusan untuk kaum wanita.

Selain di acara formal, pakaian dengan motif batik sudah umum kalian temukan dipakai oleh para guru, siswa, pegawai pemerintah, maupun pegawai kantor pada hari-hari tertentu. Di sekolah negeri maupun swasta pada umumnya mewajibkan siswa-siswinya memakai seragam batik pada hari Rabu dan Kamis. Untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib menggunakan baju batik pada hari Kamis dan atau Jum’at. Hal ini sesuai dengan Permendagri Nomor 11 Tahun 2020. Sedangkan untuk pihak swasta, ada beberapa yang mewajibkan memakai baju batik pada hari Jum’at. Namun ada juga yang tidak menerapkan peraturan tersebut.

Pembuatan gambar batik pada umumnya dilakukan dengan dua cara yakni tulis dan cap. Pembuatan batik dengan cara tulis merupakan cara yang paling tradisional. Pembatik diibaratkan sedang melukis di atas sebuah kain menggunakan alat yang dinamakan canting. Canting dicelupkan ke dalam larutan malam (lilin), kemudian pembatik langsung dapat melukiskannya di atas kain. Kain khusus yang digunakan untuk membuat batik dinamakan kain mori. Untuk pembuatan batik cap, pembatik tidak perlu menggambar secara langsung pada kain batik. Pembatik cukup menggunakan stempel besar yang sudah memiliki motif. Ukuran standar stempel batik cap yakni 20×20 cm yang sering kalian kenal dengan sebutan canting cap.

Sebagian besar dari kalian pasti pernah menemukan baju batik kesayangan kalian luntur ketika dicuci. Padahal, kalian ingin baju batik kalian awet dan tetap bagus dipakai bertahun-tahun. Kain batik memang sering ditemukan luntur ketika dicuci untuk pertama kali. Oleh sebab itu, sebaiknya kalian mencuci baju batik baru kalian menggunakan tangan. Dan usahakan untuk tidak mencampur dengan pakaian lainnya. Tips yang kedua yakni menggunakan detergen cair karena lebih cepat diserap oleh kain.

Di Indonesia terutama pulau Jawa sebagai asal mula adanya batik terdapat banyak perusahaan-perusahaan yang memproduksi batik. Diantara perusahan tersebut, ada sebuah perusahaan yang bernama Batik Keris. Perusahaan ini memproduksi dan menjual aneka produk teksit termasuk yang bermotif batik. Jika kalian ingin membeli salah satu produk mereka, kalian tidak perlu jauh-jauh pergi ke Sukoharjo. Kalian cukup mencari toko resmi mereka di platform jual beli online. Berbelanja tidak perlu pergi kemana-kemana. Cukup gunakan ponsel pintar kalian, maka kalian akan bisa pakai pakaian batik yang kalian inginkan di pesta maupun kantor. Kalau sudah pakai batik, kalian sudah bisa dikatakan keren sekarang.

By Tania